0

Family Time in Bali (Part 1)

Welcome HOLIDAY !!!!!!!!!
Alhamdulilllah liburan kali ini punya kesempatan buat menginjakkan kaki di Bali, salah satu tempat wisata di Indonesia yang udah terkenal sampai mancanegara. Dari dulu cuma bisa mimpi doang mau ke Bali dan sekarang akhirnya bisa tercapai juga. Tadinya gw sama bokap berencana buat pakai paket wisata aja biar gak ribet. Tapi setelah dipikir-pikir lebih enak kalo gak pakai paket wisata, bisa bebas mau kemana aja. Terus disepakati deh kita liburan selama 4 hari 3 malam di Bali. Sebenarnya 3 hari 3 malam buat gw, soalnya gw sendiri nyusul malam hari ke Bali dari Surabaya. Sedangkan bokap, nyokap, sama kakak gw berangkat dari Jakarta siang harinya. It's OK lah..

Hari pertama belum kemana-mana, berhubung gw tiba di Bali malam hari jadinya langsung tepar di hotel. Hotel kami terletak di Kuta dan hanya beberapa meter dari Pantai Kuta. Hari kedua gw puas-puasin berwatersport ria di Tanjung Benoa. Waktu itu cuacanya lagi galau. Sebentar hujan, sebentar lagi panas, terus hujan lagi, panas lagi. Tapi untungnya pas gw lagi main-main cuacanya lagi panas, selesai main baru turun hujan. Salah satu watersport yang gw coba yaitu diving. Itu emang udah gw incer banget dari dulu. Ini pertama kalinya gw diving dan rasanya seru banget, walaupun awalnya sempat takut juga sih. Buat pemula kayak gw, diving di Tanjung Benoa ini aman kok. Selama kita diving ada pemandu yang selalu jagain kita. Sebelum diving juga ada briefing tentang cara-cara bernapas dan penggunaan alat-alatnya. Sayangnya pas diving gw lupa bawa kamera underwater. Jadi gak bisa mengabadikan momen-momen pas gw diving deh :(

Walaupun gak bisa foto pas diving tapi bisa foto setelah diving dong hahaha

Setelah diving gw lanjut coba banana boat, flying fish, sama jetski. Semuanya seru banget tapi yang paling seru buat gw flying fish. Sebenarnya gw lebih tertarik coba parasailing. Tapi berhubung waktu itu lagi mendung dan gak ada angin jadinya gak bisa main parasailing. Abis itu kita pindah lokasi watersport buat mencoba salah satu watersport seru lainnya. Lokasinya masih di Tanjung Benoa hanya bergeser beberapa meter dari lokasi watersport sebelumnya. Di lokasi baru ini gw, bokap, sama kakak mau coba ocean walker. Ocean walker atau sea walker merupakan wisata berjalan kaki di dasar laut buat menikmati pemandangan bawah laut. Saat melakukan sea walker kita pakai helm kedap air yang terhubung dengan kabel-kabel untuk mengalirkan gas oksigen supaya kita tetap bisa bernapas. Durasi sea walker ini cukup lama sekitar 30 menit.

Ocean walker with nemo

Udah puas main-main di Tanjung Benoa kita lanjut ke salah satu pusat oleh-oleh khas Bali yaitu Jogger. Barang-barang produksi jogger emang bagus-bagus sebanding lah sama harganya. Dan gw kalap belanja di sana hahahaa..

Hari ketiga kami mengunjungi pantai-pantai yang ada di Bali. Ceritanya akan ada di post berikutnya :)
0

New Kitten

Let me show you my new kitten, he's Cemot



So cute and lucky kitten (lucky me actually)
0

Taman Safari Indonesia II

Sekitar dua bulan disibukkan sama yang namanya praktikum akhirnya bisa juga nyolong-nyolong waktu buat refreshing. Kali ini tujuannya Taman Safari II Prigen-Jawa Timur bareng bocah-bocah galau kaskus. Setelah tanyain anak-anaknya akhirnya cuma lima orang yang mau ikut, termasuk gw. Dari rencana awal mau berangkat jam 9 ternyata kita baru berangkat jam 11.30. Biasa lah cowok-cowoknya pada rempong hahaa


Bocah-bocah galau kaskus


Setelah dua jam perjalanan dengan motor yang sempat dihalangi oleh hujan badai (#lebay) di Pandaan akhirnya kita sampe juga di TSI II. Di pintu masuk kita langsung bayar Rp 60.000/orang dan Rp 20.000/motor sebagai tiketnya. Berhubung kita-kita ini pada naik motor, jadi kita naik bus yang khusus disediakan TSI II untuk memasuki Safari Adventure. Waktu itu keadaannya lumayan sepi apalagi kita datangnya juga udah kesorean. Jadi lah satu bus itu terasa sebagai bus pribadi yang cuma diisi lima bocah galau dan satu supir. Di sana koleksi binatangnya gak sebanyak di TSI I Cisarua. Selama keliling-keliling kandang binatang di sana, gw gak lupa buat jeprat-jepret aktivitas binatang-binatang itu. Beberapa hasil fotonya :






Udah selesai keliling kandang binatang, kita coba salah satu wahana permainan semacam rumah hantu. Bisa-bisanya mereka nantangin buat masuk rumah hantu. Dengan sok berani gw terima tantangan mereka. Alhasil, karena emang dasarnya penakut gw cuma merem selama masuk rumah hantu itu (rugi banget ya!). Setelah itu kita lanjut ke Baby Zoo yang isinya ada baby macam, baby harimau, baby monyet, sama burung hantu. Gw milih foto sama baby macan yang umurnya baru 1 bulan. Baby macannya lucuuuu banget sampe mau gw bawa pulang >,<



Me with Ipin 'Baby Macan'


Udah puas foto-foto sama si baby macan, kita bergerak ke tempat pertunjukan Temple of Terror. Menurut gw pertunjukannya keren banget. Waktu itu ada adegan pemain utamanya melempar bom dan efek dari ledakan bom itu benar-benar pake api. Panas apinya aja terasa sampe bangku penonton. Selain api juga ada air yang benar-benar dicipratin ke arah bangku penonton sampe bikin penonton basah kuyup. Mantab deh!

Ini foto sama beberapa pemain Temple of Terror



Selesai nonton Temple of Terror berarti selesai juga waktu kita di TSI II. Lumayan lah libur colongan kali ini dapet pengalaman baru.
0

CE-Pot


Pasti banyak yang ngira kalau CE-Pot yang gw maksud adalah tokoh wayang golek warna merah yang punya gigi kelinci. Eiittss anda salah! Tapi sedikit ada hubungannya juga sih hehee.. CE-Pot yang gw maksud yaitu Chemical Engineering Photography, sebuah club fotografi di Teknik Kimia ITS. CE-Pot diresmikan tanggal 29 September 2011. Yup emang masih baru banget.

Sebelum diresmikan, club ini hanya sebuah komunitas mahasiswa/i Teknik Kimia ITS yang menyukai dunia fotogafi. Ide untuk meresmikan club ini sebenarnya sudah lama banget. Pencetusnya yaitu senior gw angkatan 2005 (gw sendiri angkatan 2010). Tapi karena keterbatasan sumber daya manusia dan faktor-faktor lainnya yang tidak memenuhi Standard Operational Procedure Club, maka komunitas ini belum bisa diresmikan jadi sebuah club. Emang sih waktu angkatan 2005 belum banyak mahasiswa yang tertarik di dunia fotografi. Lanjut ke 2006, 2007, sampai 2008 komunitas ini masih suram-suram aja. Sekitar 2009 komunitas fotografi ini mulai sedikit bangkit dari keterpurukan. Mereka mulai 'unjuk gigi' dengan bergabung di Emissivity, yaitu organisasi di Teknik Kimia ITS yang bergerak di bidang jurnalistik. Tapi waktu itu belum banyak kegiatan yang dilakukan komunitas fotografi ini. Di awal perkuliahan semeter ganjil 2011 kami mengadakan hunting di Ekowisata Mangrove Wonorejo. Dan itu merupakan hunting pertama yang gw ikuti sama komunitas ini. Semenjak hunting itu kami jadi punya semangat lagi supaya komunitas ini resmi jadi sebuah club. Lalu kami ikut serta di acara Unit&Club Expo untuk mengenalkan komunitas ini ke mahasiswa/i baru Teknik Kimia ITS. Ternyata expo itu menarik banyak maba-maba buat gabung. Singkat cerita setalah mempersiapkan segala macam sesuai Standard Operational Procedure Club, diadakan lah forum pembentukan club. Hasil dari forum itu menyatakan kalau komunitas fotografi Teknik Kimia ITS resmi jadi sebuah club bernama CE-Pot. Alhamdulillah..

Akhirnya setalah enam tahun komunitas fotografi Teknik Kimia ITS bisa jadi sebuah club yang pastinya bermanfaat buat anggota-anggotanya. Semoga CE-Pot bisa terus eksis dan membanggakan civitas academika Teknik Kimia ITS :)


Ini dia maskotnya CE-Pot




Hunting di Ekowisata Mangrove Wonorejo
Unit&Club Expo

Setelah Forum Pembentukan CE-Pot
0

My Little Gallery

I want to show you some pictures taken by me when I was in Sawarna

Check this out ...


.: Memikul Beban Hidup :.


.: Melangkah :.


.: Senja di Tanjung Layar :.


.: Sunrise Lagon Pari :.


.: Menepi :.


.: Menatap Harapan :.


-Photo speaks a thousand words-
0

Trip to Sawarna

Halloooo.. Gw mau share nih tentang perjalanan gw ke Sawarna tanggal 15-17 Juli 2011. Pasti banyak yang belum mengenal Sawarna. Wajar sih karena letaknya yang agak jauh dan tempatnya yang belum dikunjungi banyak orang. Maka dari itu Sawarna sering disebut sebagai “The Hidden Paradise”.

Ok deh langsung aja gw jabarin catatan perjalanan gw selama tiga hari di surga tersembunyi ini.

1st Day
Gw sama rombongan dari kaskuser traveller akan meeting point di depan gereja terminal Lebak Bulus. Berhubung rumah gw di Bekasi, jadi gw naik bus dulu dari Terminal Bekasi ke Lebak Bulus barengan sama Fath, salah satu kaskuser peserta trip ke Sawarna. Jam 16.30 kita sudah naik bus mayasari 132. Dengan kemacetan ibukota Jakarta tercinta ini perjalanan Bekasi-Lebak Bulus ditempuh dalam waktu dua jam. Jadi sampai di teminal Lebak Bulus sekitar jam 18.30 padahal meeting point kita jam 20.00. No problem! Lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat. Sambil nungguin yang lain datang gw sama Fath cari makan dulu di sekitar terminal. Setelah kenyang sama perut masing-masing kita langsung capcus ke gereja depan terminal Lebak Bulus. Ternyata belum ada yang datang sama sekali!! Ya sudah kita duduk-duduk aja di depan gereja kayak orang ilang. Ya iyalah bawa rasel gede-gede terus duduk di pinggir jalan, pas banget deh kayak orang yang baru pertama kali ke Jakarta dan engga tau mau kemana hahaha. Akhirnya satu per satu peserta trip berdatangan. Dari itin yang seharusnya jam 20.00 sudah harus berangkat ternyata kita molor satu jam gara-gara nungguin peserta trip yang katanya terjebak macet waktu mau ke Labak Bulus. Jam 21.00 kita berangkat naik bus yang disewa buat perjalanan ini.

2nd Day
Seharusnya kita sampai di Sawarna jam 04.00 tapi karena pak supir membawa kita ke negeri antah berantah di tengah perjalanan (re:nyasar) jadinya kita baru sampai sawarna jam 07.00.



Turun dari bus kita langsung menuju homestay buat istirahat sebentar sebelum lanjut tracking ke Goa Lalay. Menurut gw jarak homestay ke Goa Lalay cukup jauh. Apalagi ini pertama kalinya gw backpacking. Tapi karena pemandangan yang keren banget selama perjalanan jadi jarak jauh itu bisa terobati. Untuk menuju Goa Lalay kita bakal melewati jalanan desa, menelusuri pematang sawah, dan menyebrangi sungai kecil. Unforgettable moment for me!

Perjalanan menuju Goa Lalay


Dasar Goa Lalay ini berlumpur dengan ketebalan 10-15 cm dan juga dipenuhi air setinggi lutut. Sayangnya gw beserta rombongan gak bisa menelusuri goa ini sampai ujung karena medan yang gak memungkinkan.

Caving Goa Lalay


Sore harinya kita mau berburu sunset di pantai Tanjung Layar. Sebelum ke Tanjung Layar kita main-main dulu di pantai pasir putih. Pantainya keren banget dan gak banyak pengunjung yang datang ke pantai ini. Di sini gw puas banget menyalurkan hobi fotografi gw karena pemandangannya emang keren banget.

Pantai Pasir Putih


Sudah puas di pantai pasir putih kita lanjur jalan kaki ke Tanjung Layar. Wiihh pemandangan di pantai Tanjung Layar gak kalah keren. Dinamakan Tanjung Layar karena di pantai ini ada batuan sisa abrasi gelombang laut yang tampak menonjol seperti layar.

Sunset di Tanjung Layar


Setelah puas main-main di kedua pantai itu, kita balik ke homestay untuk acara tukar kado dan ‘ngecharge’ tenaga buat acara besok. FYI, homestay yang kami tempati ini cukup bagus loh. Bangunannya seperti rumah-rumah pada umumnya dengan banyak kamar yang cukup luas, ada lapangan badminton, meja pingpong, dan teras yang bisa menampung 60 orang bahkan lebih. Dan yang penting homestay ini sudah termasuk makan tiga kali sehari.

3rd Day
Jam 03.00 kita harus sudah bangun dan kumpul di halaman homestay buat catch sunrise di Lagon Pari. Kalau gak karena mau liat sunrise, gak mungkin gw bangun sepagi itu. Pejalanan menuju Lagon Pari cukup jauh. Ditambah lagi kita harus melewati bukit dengan keadaan gelap gulita dan keadaan setengah sadar alias ngantuk. Sampai di Lagon Pari ternyata udah ada rombongan lain yang sampai duluan dan sepertinya mereka dari semalam nginep di pantai, woooww! Dari tiga pantai yang gw kunjungi selama trip ini, menurut gw pantai Lagon Pari adalah pantai yang paling keren.

Sunrise di Lagon Pari


Catch sunrise di Lagon Pari jadi agenda terakhir trip kali ini karena jam 10.00 kita harus balik ke Jakarta. Dan ternyata dalam perjalanan*pulang bus yang gw tumpangi itu mogok. Ya ampun jackpot banget deh waktu berangkat nyasar, pulangnya malah mogok. But, it's a very amazing trip that I've ever had. Sampai di Lebak Bulus sekitar jam 22.00 dan pastinya sudah gak ada kendaraan umum ke Bekasi. Jadi sebelum sampai Lebak Bulus gw sudah telpon kakak gw buat jemput.


Pasukan Kaskuser Goes to Sawarna


Budget untuk trip ini :
- Bus Bekasi-Lebak Bulus = Rp 7.000,-
- Patungan homestay, bus, dll = Rp 215.000,-
Total = Rp 222.000,-



Semoga gw masih diberi kesempatan buat menjelajahi tempat-tempat yang lebih indah lagi.. Amin

Wake Up


Hello everybody.......

Wooww ini pertama kalinya gw nge-blog lagi setelah dua tahun vacum haha.. Sebenarnya dulu juga bikin blog gara-gara dapet tugas dari guru. Setelah tugasnya selesai, nge-blog-nya juga selesai deh hehe. Tapi gak tau kenapa sekarang jadi pengen nge-blog lagi. Yaa just wasting time in my holiday lah ya.

OK deh segini aja dulu. Next post bakal ada cerita seru gw selama liburan semester 2 ini.
Back to Top